Mikro

Kemenkop Klarifikasi Pemberitaan Dan Sampaikan Progress BPUM
Agus | Senin,07 Jun 2021 - 09:45:27 WIB | dibaca: 25 pembaca

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim dan Eddy Satriya Deputi Bidang Usaha Mikro klarifikasi informasi hoaks terkait BPUM/foto Agus citypost

Jakarta, CityPost - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM , Arif Rahman Hakim, didampingi Eddy Satriya Deputi Bidang Usaha Mikro memberikan penjelasan terkait penyaluran BPUM sekaligus meluruskan beberapa informasi Hoax yang dilakukan orang tak bertanggung jawab yg berpotensi merugikan para pelaku usaha Mikro.

Arif Rahman Hakim meminta masyarakat dan para pelaku UMKM untuk mengacu informasi yang disampaikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM melalui medsosnya, yaitu @KemenkopUKM baik di Instagram maupun medsos yang lain. Sementara untuk website resmi @KemenkopUKM adalah www.kemenkopukm.go.id dan call center di 1500587.

"Jadi kesempatan kali ini kami akan melakukan klarifikasi sekaligus perkembangan penyaluran BPUM," kata Arif Rahman Hakim di Jakarta pada Senin  (7/6).

Di tempat yang sama Deputi bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya menambahkan bahwa, beberapa waktu lalu MenkopUKM Teten Masduki juga tengah memintanya untuk mengklarifikasi adanya kesimpangsiuran informasi terkait Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

"Sampai sebelum lebaran kemarin, KemenkopUKM sudah menyalurkan BPUM sebanyak 9,8 juta penerima yang merupakan kombinasi penerima lama dan penerima baru," tegas Eddy Satriya mengklarifikasi.

Ini, imbuhnya, merupakan penyaluran tahap pertama dari 2 tahap yang direncanakan. Untuk tahap kedua masih sedang dalam persiapan.

Masing-masing penerima, tambah Eddy, mendapatkan Rp 1,2 juta. Jadi total dana yang sudah disalurkan sebesar Rp 11,76 triliun. (Agus)

Berita Lainnya
.

Waspada DBD, Curigai Demam Tinggi Mendadak
Gonzalo Higuain Resmi Dipinjam Chelsea dari Juventus
Pembukaan Pameran Pariwisata di Spanyol Diwarnai Demo
Man City Lolos ke Final Piala Liga Inggris
Suhu Panas Ekstrem Meningkat, Warga Australia Diminta Tenang