Peristiwa

Teori Kebocoran Lab Wuhan Menggema Publik Desak Transparansi
Andre | Rabu,09 Jun 2021 - 21:15:39 WIB | dibaca: 43 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube BBC News

CityPost – Asal muasal tentang kemuncula virus corona yang sejauh ini sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih terus menjadi perhatian para pemimpin negara didunia dan sejumlah pengamat.

Informasi terbaru disebutkan adanya teori kebocoran lab di Kota Wuhan, China yang tidak disengaja dan menjadi pemicu pandemic diseluruh dunia tengah diyakini sangat mendekati dengan teori penyebaran virus itu sendiri selain penularan dari hewan ke manusia.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera dilaporkan bahwa saat ini ada dukungan public yang terus berkembang ditengah komunitas ilmiah dunia untuk sepenuhnya mengkeplorasi kemungkinan virus corona muncul dari Institut Virologi Wuhan dan telah memicu pandemi global dengan menewaskan lebih dari 3,7 juta orang diseluruh dunia.

Sementara itu, teori kebocoran laboratorium itu sendiri sejauh ini sudah dikesampingkan dalam debat ilmiah publik pada hari-hari dimana virus corona baru pertama kali menyebar dan menular antar manusia di China pada akhir 2019 silam.

Kendati demikian, pada bulan-bulan selanjutnya, para pengamat mulai berspekulasi dan mengatakan hipotesis tersebut menjadi sangat terkait dengan administrasi retorika anti China seperti yang digelorakan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan frame xenophobia terkait pandemi.

“Pertanyaan apakah kecelakaan laboratorium adalah asal mula terjebak dalam konteks yang dipolitisasi ini. Ketika Trump berperan dalam masalah ini sebagai bagian dari kampanye anti China dan anti Asia, orang tidak ingin mengaitkannya dengan itu. Jadi mereka menjaga jarak,” tegas Direktur Pusat Kebijakan Kesehatan Global di Pusat Studi Strategis dan Internasional, J Stephen Morrison.

Dukungan public itu sendiri terus mencuat usai penyelidikan dan studi kesehatan global yang ditugaskan WHO di Wuhan banyak dicemooh sejumlah kekuatan Barat dan ilmuwan ternama karena dianggap tidak memadai dan mengandalkan data informasi yang dikumpulkan pejabat China.

Kemudian pada laporan Februari dikatakan bahwa, kemungkinan besar virus itu muncul melalui penularan zoonosis alami atau dari hewan ke manusia. Namun, teori tentang adanya kebocoran yang tidak disengaja dari laboratorium di Wuhan juga menjadi sangat memungkinkan kendati hal itu kerap dibantah oleh pihak China selama ini.

Kemungkinan kebocoran itu diungkap oleh ahli virologi dan ilmuwan bidang terkait hingga mereka mendukung diadakannya penyelidikan yang transparan dan menyeluruh.

Virus Corona sejak ditetapkan sebagai pandemi masih menjadi polemic dunia. Banyak teori yang mencuat terkait asal muasal virus itu ditransfer dari hewan ke manusia yang menjadi kemungkinan dasar penularan. Asumsi lainnya menyatakan ada kebocoran.

Ahli penyakit menular ternama Amerika Serikat Anthony Fauci menyatakan bahwa walaupun semula banyak yang menyangsikan namun sekarang ini sebagai besar sains menunjukkan bahwa virus itu muncul secara alami. Dan dia sendiri mengaku tidak yakin virus itu muncul dari laboratorium di Wuhan.

Berbeda dengan Fauci, pekan lalu, sebuah pernyataan public yang jarang merinci pemikiran komunitas intelijen AS tengah menyerukan penyelidikan lebih lanjut. Presiden AS Joe Biden sendiri mengatakan badan-badan itu sudah bersatu didalam dua scenario yang mungkin bias menjadi jawaban, yakni, transfer zoonosis dan kebocoran laboratorium Wuhan yang tidak disengaja. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Temui Ketua DPR, Bupati Nduga Papua Minta Aparat TNI Ditarik
Marak OTT Oleh KPK, Fadli Kritik Mekanisme Import
PHE ONWJ Percepat Pengeboran Untuk Hentikan Gelembung Gas
Pelaku penembakan masjid di Norwegia Tidak Mau Diinterogasi
Dovizioso Lanjutkan Tren Positif Ducati di GP Austria