Perdagangan

KIKT Akan Pasarkan Produk UMKM Indonesia Ke Tiongkok
Retno | Sabtu,20 Mar 2021 - 19:15:39 WIB | dibaca: 125 pembaca

Ketua Umum KADIN Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Benny Kurniajaya menyerahkan cinderamata kepada Ketua Dewan Pembina KIKT Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijanto di sela-sela acara pelantikan pengurus periode 2021-2025 di Jetski Cafe, Jakarta, Sabtu (20/3)/foto Rus-And Citypost

Jakarta, CityPost - Ketua Umum KADIN Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Benny Kurniajaya optimistis akan menarik investor asal Tiongkok melakukan investasi di dalam negeri. Pasalnya, peluang usaha melalui produk-produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sangat potensial untuk di pasarkan ke Tiongkok, begitu juga sebaliknya manarik para investor mereka ke dalam negeri.

“Saat ini, Tiongkok merupakan negara terbesar ketiga yang melakukan investasi ke dalam negeri. Caranya kita akan melakukan MoU dengan pengusaha Tiongkok dalam pelbagai sektor, sehingga mampu menurunkan angka defisit perdagangan. Jadi, kita akan mengusulkan pembentukan join working group for trade guna memfasilitasi hambatan perdagangan dan dibukanya kembali produk-produk UMKM ke pasar Tiongkok,” ujar Ketua Umum KADIN INDONESIA KOMITE TIONGKOK (KIKT) Benny Kurniajaya disela-sela acara pelantikan pengurus KIKT periode 2021-2025 di Jakarta, Sabtu (20/3).

Hadir dalam acara pelantikan Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo, Ketua Dewan Pembina Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, Ketua Dewan Penasehat Choppy Tan dan jajaran pengurus KADIN Indonesia.

Menurut Benny, pembentukan kepengurusan KADIN Indonesia Komite Tiongkok ini merupakan momentum penting bagi pengusaha dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM yang sedang mati suri di masa pandemic covid-19. Untuk itu, KIKT akan menggalang kerjasama dengan KADIN daerah di 34 provinsi untuk pendataan dan penggalangan produk-produk unggulan UMKM untuk tujuan ekspor ke Tingkok.

“Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), ada sekitar 59,2 juta pelaku usaha UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.  Sekitar 3,79 juta pelaku UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jadi, masih terbuka kesempatan untuk kita membantu para pelaku usaha UMKM untuk bisa berkembang,” kata dia.

Dia juga mencontohkan, PT Jaimac Group sudah bekerjasama sejak tahun 2010 dengan perusahaan alat berat Tiongkok Merk “SANY” untuk memasarkan pelbagai jenis alat berat. Bahkan, lanjut dia, hingga saat ini sedang mendirikan pabrik alat berat Exsavator terbesar di Indonesia yang berlokasi di Karawang dengan nilai investasi sebesar US$ 200 juta.  Pembangunan pabrik alat berat sudah dilakukan pada tahun 2000 dan akan diresmikan pada tahun 2022 yang akan datang.

“Ini merupakan bukti nyata kita mampu menarik investor Tiongkok menanamkan modalnya dengan pembangunan pabrik alat berat. Jadi, bukan hal yang mustahil para pelaku usaha UMKM bisa menjalin kerjasama bisnis dengan pelaku usaha asal Tiongkok. Karena itu, kita akan berupaya membuka perwakilan KIKT di Tingkok, khususnya di Shanghai dan Beijing dalam rangka merealisasikan program KITK,” ujarnya.

Potensial
 
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Eddy Ganefo mengucapkan selamat kepada pengurus KIKT yang baru dilantik dan berharap mampu memberikan kontribusi dan mengangkat para pelaku UMKM di pentas dunia.

Dia mencontohkan, Indonesia dikenal sebagai negara terbesar penghasil kelapa. “Dari buah kelapa saja, mulai dari sabut dan batoknya bisa di kembangkan dan bisa di ekspor ke luar negeri. “Kalau UMKM bisa memanfaatkan ini bisa menjadi lahan bisnis yang luar biasa dan bisa mengangkat perekonomian dan investasi,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina KIKT Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno dalam sambutannya mensuppot para pelaku UMKM sebagai ujung tombok perekonomian nasional mampu bersaing dan mengangkat perekonomian nasional serta mendatangkan investasi, khususnya negara Tiongkok.

“Sebagai ujung tombak perekonomian nasional, para pelaku usaha UMKM harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah dalam mengembangkan usahanya di pelbagai bidang. Saya percaya kalau pelaku UMKM dalam negeri berkembang pasti akan membantu perekonomian nasional,” ujarnya. (Retno)

Berita Lainnya
.

PBB Mulai Tegas Meminta Kekerasan Rohingya Di Akhiri
Pendaftaran Calon Hakim Agung Diperpanjang
AM Fatwa Meninggal Dunia Diusia 78 Tahun
Pemkot Surabaya Akan Revitalisasi Dolly
Hakim Tunggal Gugurkan Praperadilan Setya Novanto