Jawa

Penderita Tumor Kaki Harapkan Bantuan Pemerintah
Agus | Jumat,11 Jun 2021 - 20:04:37 WIB | dibaca: 75 pembaca

Muhammad Allip sedang menemani istrinya Murtini penderita tumor dirumahnya/foto Agus citypost

Bekasi, CityPost – Seorang ibu penderita tumor dibilangan Bekasi, Jawa Barat saat ini hanya bisa pasrah menahan rasa sakit yang dideritanya selama satu tahun usai tak ada biaya untuk berobat karena penghasilan suaminya yang hanya seorang pemulung dan tidak memadai.

Selama menderita tumor, Murtini (46) hanya terbaring lemas dirumah kontrakan yang terlihat kumuh dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Ibu empat orang anak itu divonis dokter menderita tumor sejak 1 tahun yang lalu hingga membuatnya tidak bisa beraktivitas dan hanya tergeletak ditempat tidur. Bahkan hingga kini penyakitnya belum ditangani sama sekali. Disebutkan, tumor yang sudah menjalar kesejumlah bagian ditubuhnya itu hingga kini belum terdiagnosa dan sudah mulai mensasar wajahnya.

Ditengah kesulitan ekonomi, khususnya ditengah dampak pandemi Covid19 sekarang ini. Murtini mengaku tidak bisa berobat untuk menyembuhkan penyakitnya karena tidak bisa beraktivitas. Bahkan, kondisi yang semakin kritis dan rasa sakit yang terus mendera coba ditahannya dengan kepasrahan dan mengikuti kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

Informasi keadaan Murtini itu sendiri diketahui dari wartawan CityPost yang sedang meliput  dilapangan. Tak jauh dari Kantor UPST Bantargebang dan hanya berjarak 50 meter. Dari sanalah, kemudian kondisi keluarga pemulung itu diketahui.

"Tidak ada yang bisa saya perbuat, saya pasrah atas penyakit yang saat ini saya alami, saya tidak punya dana untuk berobat kedokter" ucap Murtini kepada citypost pada Jumat (11/6) hari ini.

Sebelum adanya pandemi Covid19 dan menderita penyakit tersebut, Murtini mengaku masih bisa membantu suaminya yang menggantungkan hidup pada pekerjaan sebagai pemulung dikawasan UPST Bantargebang.

Sebagai keluarga pemulung, Murtini mengatakan  untuk mendapatkan hasil dan menutup biaya hidup selama pandemi sangat sulit. Karena itulah dia tidak mampu mengobati penyakit yang dideritanya.

Hal yang sama disampaikan  Muhammad Allip (46) suaminya. Dia mengatakan belum menangani dan mengobati penyakit istrinya karena tidak sanggup dan tidak memiliki biaya pengobatan.

"Jangankan untuk biaya sakit, untuk makan sehari-hari saja sudah sangat susah, kontrakan yang kami kami tempati sudah beberapa bulan tidak sanggup bayar. Belum lagi memikirkan biaya anak-anak yang masih dibangku sekolah " ungkap Allip.

Allip saat ini mengaku hanya berharap ada pihak yang bisa membantu mengobati penyakit yang diderita istrinya.

"Saya berharap uluran tangan semua pihak khususnya kehadiran pemerintah untuk hadir membantu kami dalam penanganan penyakit yang diderita istri saya" tandasnya. (Agus)

Berita Lainnya
.

Black Widow Akan Dilabeli Rating Dewasa
Kembali Eksis, Saint Loco Rilis Single Anyar
Barcelona Siap Jual Coutinho Cuma 88 Juta Pound
Spotify Hadirkan Car View, Mudahkan Pengendara Memakai Musik
Tiket Konser Tiga Hari Anggun di Italia Ludes