Tokoh

Erdogan Jadikan KTT Sarana Harmonisasi Hubungan Dengan Barat
Andre | Senin,14 Jun 2021 - 00:21:02 WIB | dibaca: 53 pembaca

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri KTT NATO di Brussels/foto ist SSV Youtube AFP News Agency

CityPost – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah ikut menghadiri KTT NATO yang digelar di Brussels selama dua hari. Dia berharap bersama NATO akan kembali mengharmonisasi hubungan negaranya dengan Barat dan semua mitra kerjanya.

Erdogan mengatakan bakal melakukan pertemuan empat mata dengan sejumlah pemimpin yang hadir dalam pertemuan dan menilai pentingnya mempererat hubungan dengan sekutu-sekutunya.

“Kami akan sekali lagi menggarisbawahi pentingnya melekat pada aliansi sekutu-sekutu kami,” ungkap Erdogan melalui konferensi pers saat berada di Bandara Internasional Ataturk, Istambul pada Minggu (13/6).

Salah satu yang akan ditemui dan berbicara dengannya kata Erdogan adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pertemuan itu akan menjadi ruang penting bagi kedua pemimpin tersebut.

“Ada banyak desas-desus.. Kita harus meninggalkan semua itu dan bicara tentang apa yang dapat dan akan kita lakukan,” ujarnya.

Disebutkan juga, Erdogan akan membahas tentang perselisihan yang terjadi antara Turki dan AS, usai Turki membeli system pertahanan rudal buatan Rusia S400 hingga AS mengeluarkannya dari program pembelian pesawat tempur jenis F35 buatan AS sebagai sanksi.

Diketahui sebelumnya, pihak AS menilai rudal S400 buatan Rusia yang dibeli Turki pada 2019 telah memicu ancaman terhadap sistem pertahanan udara terpadu NATO. Karena itulah AS meminta Turki meninggalkan transaksi bernilai 2,5 miliar dolar tersebut.

Namun, Turki tak serta-merta mengikuti kemauan AS. Erdogan malah menuding AS tidak memenuhi janjinya terkait rencana Turki membeli rudal patriot. Semetara itu, Presiden Turki ini juga mengecam keras pernyataan Biden yang menyebutkan pembunuhan warga Armenia ottoman pada Perang Dunia Pertama sebagai genosida. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Penasehat Keamanan Trump Mengundurkan Diri
Kondisi Membaik, Yulia Skripal Diizinkan Pulang Dari RS
Serangan Kimia, Rusia Undang Ahli Sambangi Suriah
Sikapi Ketegangan LCS, China Intensifkan Aktifitas Militer
Pendiri Apple Tutup Akun Facebook Miliknya