Umum

Mahasiswa Mulai Rencanakan Aksi Besar Kritisi Pemerintah
Chandra | Kamis,01 Jul 2021 - 19:31:33 WIB | dibaca: 64 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Kritik pedas terhadap gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dilantunkan oleh BEM Universitas Indonesia dengan memberinya label The King Of Lip Service terus bergulir dimedia sosial hingga memicu pro dan kontra.

Para pengurus BEM UI akhirnya mendapat teguran dan panggilan dari rektorat karena kritik mereka kepada pemerintah. Tak ayal peristiwa itupun mendapat sorotan dna viral. Sejulah BEM dari kampus lain juga mulai ikut bergerak dan memberi dukungan ditengah serangan balik dari para pendukung pemerintah.

Pengamat politik menilai, fenomena gerakan mahasiswa melalui dunia maya ini, akan menjadi sinyalemen pergerakan. Mahasiswa mulai memposisikan diri sebagai agen perubahan dan bersatu melawan ketidakbenaran, menyuarakan kebenaran dan melakukan perubahan.

Disebutkan, BEM UI kini mendapatkan dukungan dari BEM UGM, Aliansi Mahasiswa, BEM Malang Raya, organisasi masyarakat sipil dan pihak lainnya.

Dari pantauan sejumlah awak media, saat ini beredar dimedia social adanya undangan dari para mahasiswa terkait aksi besar yang akan digelar pada 5 Juli 2021 mendatang. Kabarnya, aksi itu sebagai bentuk luapan aspirasi kepada pemerintahan Joko Widodo. Khususnya yang berkaitan dengan penanganan supremasi hukum, dan keadilan di Indonesia.

Pengamat Politik Rusmin Effendy menilai, gerakan mahasiwa melalui dunia maya ini sebagai sinyalemen dan bisa jadi berpotensi menjadi awal kejatuhan Jokowi yang dinilai tidak memiliki prestasi.

“Essensi yang disampaikan mahasiswa adalah sinyal awal kejatuhan Jokowi, apalagi sudah mendapat reaksi dan dukungan luas mahasiswa maupun rakyat. Rezim ini tak punya prestasi sebaiknya mundur secara legowo. Jangan lagi memproduksi kebohongan, rakyat sudah muak dan semakin susah,” ungkap Rusmin Effendy pada Kamis (1/7) hari ini. Seperti yang dikutip melalui laporan Harian Terbit.

Rusmin yang notabene mantan aktivis ini mengatakan, saat ini antara realitas dan fakta kan sudah terbukti. Apalagi yang mau ditutupi. Ibarat bangkai yang disembunyikan pasti ketahuan. Logikanya, mana ada pemimpin yang dihina oleh rakyatnya sendiri. Jadi, harus disadari Jokowi bukan pemimpin yang kharismatik dan tidak punya kemampuan untuk memperbaiki negeri ini.

“Rakyat sudah bosan dengan style kepemimpinan yang tak punya kapasitas dan kemampuan serta komunikasi yang buruk. Jadi wajar saja kalau mendapatkan penghargaan The King of Lip Service,” ucapnya.

Sementara itu, terkait rencana aksi 5 Juli mendatang, Ketua Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Tarigan Girsang menanggapi bahwa ada kemungkinan aksi besar itu benar terjadi dan bisa juga tidak. Pasalnya saat ini pemerintah sedang memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mahasiswa (PPKM) Daurat yang akan dimulai pada Sabtu (3/7) esok hari.

“Mungkin mereka (mahasiswa) gelar aksi. Tapi infonya PPKM diperketat mulai 3 Juli. PPKM sangat kecil kemungkinan mahasiswa gelar aksi besar-besaran. Oleh karena butuh nyali gerakan yang besar untuk menggelar aksi guna mengkritik pemerintah,” terang Edysa pada Rabu (30/6) lalu.

Kendati demikian, Edysa menilai gerakan UI telah mempersatukan mahasiswa untuk menyuarakan kondisi bangsa ini yang semakin tidak jelas. Baik menyangkut ekonomi, hokum maupun politik. Label The King of Lip Service BEM UI bias menjadi pematik gerakan mahasiwa dari berbagai kampus.

“Tapi realitasnya butuh nyali menghadapinya. Situasi saat ini sama seperti pra 98, situasinya saja berbeda,” pungkas Edysa.

Diketahui, rencana aksi mahasiswa 5 Juli 2021 tersebar melalui pesan singkat WhatsApp (WA) dengan menuliskan adanya sebuah rencana dan ajakan untuk melakukan aksi protes.

“Rencana mau demo seluruh mahasiswa tanggal 5 Juli. Setelah BEM UI, UGM dan Malang Raya bergerak dan lawan Jokowi,” tulis pesan singkat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari BEM UI, UGM, Malang Raya dan universitas lain yang mengeluarkan pernyataan resmi terkait akan adanya aksi tersebut. (Chan)

Berita Lainnya
.

Presiden Jokowi Lantik Gubernur-Wakil Gubernur NTB 2018-2023
PBNU Berupaya Minimalisir Kezaliman Internasional
Kodim 1304/Gorontalo Tangkap Jenderal TNI Gadungan
PKS Usulkan Dua Nama Wagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga
Roadmap Ekonomi Syariah Ditargetkan Selesai Akhir 2018