Peristiwa

Mengenaskan, Anak-Anak Nigeria Dihantui Krisis Kemanusiaan
Andre | Sabtu,03 Jul 2021 - 23:02:30 WIB | dibaca: 85 pembaca

Anak-Anak Di Niger/foto ist SSV Youtube Al Jazeera English

CityPost – UNICEF, sebuah lembaga PBB yang menaungi permasalahan anak-anak didunia saat ini menyampaikan keprihatinan atas apa yang dialami oleh lebih dari dua juta anak di Niger yang mengalami gizi buruk dan berpotensi masuk kedalam fase krisis kemanusiaan yang mengenaskan.

Disebutkan, sejauh ini ada sebanyak 3,8 juta warga Niger yang lebih dari separuhnya merupakan anak-anak dan sedang menghadapi krisis kemanusiaan. Khususnya setelah adanya bencana alam dan bencana yang diciptakan oleh manusia.

UNICEF mencatat, saat ini Niger merupakan sebuah negara yang berada didalam kurungan konflik. Dimana saat ini anak-anak terancam dengan adanya serangan dari militan Islam dan kelompok bersenjata lainya disepanjang perbatasan Niger Selatan di Bukrin Faso Tenggara, Mali, Barat dan wilayah Danau Chad Timur.

PBB sendiri sudah melaporkan adanya anak-anak yang kekurangan pangan, gizi, epidemic penyakit yang kambuh, bencana alam seperti banjir dan kekeringan dan dampak social ekonomi yang muncul akibat adanya pandemic Covid19.

Sementara itu, perwakilan UNICEF Niger, Aboubacry Tall menyampaikan bahwa kurangnya asupan gizi telah menjadi ancaman serius bagi anak-anak Niger, yang bias berdampak pada kesehatan dan perkembangan mereka.

Hal itu disampaikan melalui rekaman video saat berada di Ibukota Niamey. Dijelaskan tingkat kekurangan gizi akut sangat tinggi bagi 2,2 juta orang yang memerlukan bantuan dan 1,6 juta diantaranya merupakan balita.

“Juga sekitar setengah juta atau tepatnya 450.000 menderita kekurangan gizi akut yang parah. Oleh karena itu meskipun mereka bertahan hidup, mereka akan tetap sengsara,” ucap Tall. (And/ist)

Berita Lainnya
.

Kasus Corona Di AS Sudah Dekati 2 Juta Infeksi
Penyiram Air Keras Novel Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
PKS Usulkan 5 Persen Untuk Parliamentary Threshold
Kader Demokrat Desak DPP Pecat Subur Sembiring
Warga Bodetabek Tak Perlu SIKM Untuk Masuk Ibu Kota