Peristiwa

China Dituding Ada Dibalik Kematian Peneliti Uighur
Andre | Sabtu,03 Jul 2021 - 23:05:34 WIB | dibaca: 78 pembaca

Kamp Uighur di Xinjiang/foto ist SSV Youtube CNN

CityPost – Seorang peneliti biologi Uighur yang bernama Mihriay Erkin berusia 29 tahun dilaporkan meninggal dunia disebuah fasilitas penahanan di Xinjiang. Sontak, kematian ahli tersebut memicu reaksi dan perhatian jagad dunia maya.

Dijelaskan, selama ini Erkin diketahui bekerja di Nara Technology and Science Institute Jepang. Sejak Jni 2019 tahun lalu, dia kembali pulang ke China usai khawatir dengan keselamatan orangtuanya yang berada di Xinjiang.

Setelah kembali ke China, tersiar kabar Erkin ditangkap dan dibawa ke pusat penahanan Yanbulaq di Kashgar pada Februari 2020 dan informasi terakhir meninggal dunia.

Atas kematian Erkin ini, kerabatnya lantas menuding pihak penguasa China ada dibalik kematiannya usai enam bulan kemudian baru mengetahui kalau ponakannya sudah meninggal dunia.

“Saya baru tahu enam bulan setelah keponakan saya Mihriay dibunuh oleh penguasa China, tetapi saya tidak tahu apakah dia dikubur secara benar atau tidak,” ungkap Paman Erkin, Abduweli Ayup saat sedang bersama para aktivis HAM Uighur dipengasingan Norwegia.

Sejak mengetahui kematian Erkin, Ayub bersama aktivis HAM Uighur lantas menyebarkan informasi dan mengkampanyekannya melalui media social dan menuntut pihak China menjelaskan penyebab kematiannya.

Ayub menyebutkan, ayah Erkin yang bernama Erkin Ayup merupakan mantan pejabat pemerintahan China dan ibunya, Sajidigul Ayup mantan guru SMA. Keduanya ditahan selama hamper dua tahun oleh penguasa China di Xinjiang.

Sejauh ini, terkait maraknya tuduhan yang menyebutkan China melakukan penyiksaan di kamp penahanan, semua kerap dibantah. Beijing selalu menegaskan tidak melakukan penganiayaan terhadap orang Uighur dan keberadaan kamp tersebut sebagai lembaga kejuruan untuk menangkal radikalisasi para ekstrimis. (and/ist)

Berita Lainnya
.

Rumah Presiden Nigeria Diteror Tembakan
Trump Merasa Media Permalukan Dirinya Usai Demonstrasi Floyd
Krisis KP, Wartawan Filipina Dihukum Pencemaran Nama Baik
Kapal China Serang Vietnam Ditengah Pandemi Jadi Sorotan
Jepang Ikut Sikapi Ketegangan Korut Dan Korsel