Umum

Idap Skizofrenia, BPIP Telah Kehilangan Arah yang Akut
Ade | Sabtu,14 Agus 2021 - 17:08:49 WIB | dibaca: 69 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto Ade citypost

Jakarta, CityPost - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah kehilangan arah yang akut dan cenderung mengidap skizofrenia, sejenis gangguan jiwa dalam proses berpikir terbelah yang halusinatif dan paranoia, dalam merespon isu-isu besar nasional. Sehingga, tidak tahu dan tak mengerti apa yang harus dilakukan.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan hal itu kepada pers di Jakarta, Sabtu (14/8). Ia menanggapi lomba artikel yang digelar BPIP dengan tema, “Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam”. Tujuannya, kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo, untuk pemaknaan nilai-nilai keagamaan dalam memperkuat kebangsaan.

Toto berpendapat, acara lomba yang digelar BPIP itu sama sekali tak menggambarkan kecerdasan, sensitivitas dan aktualitas tentang apa yang seharusnya dilakukan lembaga negara tersebut. Bahkan, lomba yang diadakannya justru berpotensi merusak spirit Pancasila, yang seharusnya menjadi misi luhur BPIP.

Menurut Toto yang juga Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini,  tema yang diusung dalam lomba tersebut terkesan sangat dipaksakan, karena isu tentang Hormat Bendera Merah Putih dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan itu bukan isu mainstream umat dan bangsa  saat ini. Kenapa? Karena  umat Islam sudah ‘clear’ dengan isu itu sejak lama.

“Mengangkat tema dengan isu tersebut sama saja dengan mengusik ketenangan umat Islam yang sudah tak lagi mempersoalkan itu. Hukumnya sudah jelas, kenapa masih harus dicari-cari lagi apa hukumnya dalam Islam. Ini sama saja dengan tak percaya kepada umat Islam. Masih banyak tema lain yang lebih aktual dengan kebutuhan bangsa saat ini,”

Toto khawatir, acara lomba yang didasari pola pikir sesat dan menyesatkan seperti itu, akan mengundang tafsir liar tentang tuduhan adanya oknum petinggi BPIP yang mengidap Islamophobia. Tuduhan ini jelas akan makin menjauhkan BPIP dengan misi utamanya, sebagai badan pembinaan ideologi Pancasila.

“Jangan sampai, Badan pembinaan ini pada saatnya menjadi badan yang harus dibina. Padahal, disitu berkumpul sejumlah tokoh besar yang harusnya memproduksi ide-ide dan program besar, bukan ecek-ecek yang mengerdilkan nama besar itu. Dan ini yang akhirnya membuat nama besar BPIP tak berbanding lurus dengan realita di lapangan,” kata Toto

Terkait dengan itulah, Toto menilai perlu dilakukan evaluasi total terhadap keberadaan lembaga negara yang diberi tugas khusus dalam pembinaan Ideologi Pancasila ini. Apalagi, menyangkut anggaran yang tidak kecil buat menghidupi lembaga tersebut.

Idealnya, lanjut Toto, ditengah negara dan bangsa yang  sedang mengalami rentetan masalah besar saat ini, termasuk wabah covid-19, BPIP harusnya tampil dengan program besar, bukan ide kerdil dan dangkal. “Jangan biarkan rakyat menuduh BPIP bikin acara lomba artikel hanya untuk habiskan anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Rusmin Effendy juga mengecam pembentukan BPIP yang lebih mudhorat ketimbang manfaatnya buat rakyat. "Sudah saatnya lembaga seperti ini harus dibubarkan, hanya menghamburkan uang rakyat tanpa dirasakan manfaatnya. Apalagi mereka yang duduk di BPIP sangat diragukan kredibilitasnya," kata dia.

Di era Orde Baru, lanjut dia, dulu ada BP7 yang bertugas mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila. "Sekarang ini, sosialisasi Pancasila sudah menjadi tugas MPR melalui empat pilar. Setiap anggota MPR wajib melakukan sosialisasi empat pilar. Persoalannya, tugas BPIP apa kok tidak ada gebrakannya," tegas dia.

Untuk itu, Rusmin mendesak agar BPIP harus segera dibubarkan, tidak ada manfaatnya kecuali menghamburkan uang rakyat. Memangnya mereka mengerti apa soal Pancasila.

"Kalau bicara Pancasila kan sudah final, tidak perlu ada perdebatan lagi. Kenapa harus dibentuk BPIP. Kan aneh, kinerjanya saja tidak terlihat dan dirasakan masyarakat," ujar Rusmin.(Ad)

Berita Lainnya
.

Langgar Hukum di AS, TikTok Bayar Denda Rp80 Miliar
Tersangkut Skandal, Seungri Terancam Batalkan Konser
The Virgin Dedikasikan Single Terbaru Buat Fans
UTP Malaysia Tawarkan 10 Beasiswa Kader Surau
UP Siap Sumbangkan Pemikiran Untuk Hadapi Industri 4.0