Peristiwa

Taliban Bentrok Dengan Front Perlawanan Afghanistan
Andre | Senin,06 Sept 2021 - 21:55:15 WIB | dibaca: 50 pembaca

Petinggi Taliban/foto ist ssv youtube al jazeera tv

CityPost – Pasca Taliban menguasai Afghanistan dan sejumlah system pemerintahan dinegara itu, mereka mulai dihadapkan pada aksi perlawanan dari pasukan yang setia kepada pemimpin Ahmad Massoud.

Bentrokan antara Taliban dan Front Perlawanan Afganistan terjadi di Lembah Panjshir, wilayah terakhir di Afghanistan yang masih dipertahankan dalam melawan kelompok bersenjata.

Seperti yang dilansir melalui Al Jazeera, juru bicara Front Perlawanan Afghanistan (NRF) Fahim dashty dan pasukan setia Ahmad Massoud mengatakan pasukan Taliban sudah mencapai ketinggian Darband di perbatasan antara provinsi Kapisa dan Panjshir dan terus dipukul mundur.

“Pertahanan kubu Afghanistan tidak bisa dipatahkan,” ucap Dashty melalui cuitan twitternya.

Sementara itu dari pihak Taliban menyebutkan bahwa pertempuran terus terjadi di panjshir namun sempat terhambat karena adanya ranjau darat yang ditempatkan dijalan menuju ibukota Bazarak dan kompleks gubernur provinsi.

“Penghancuran ranjau dan serangan terjadi pada saat bersamaan,” ungkap sumber Taliban.

Disebutkan, saat ini situasi di Afghanistan mengalami perubahan. Saat kelompok Taliban menjadi penguasa, pasukan yang selama ini setiap kepada pemerintahan berbalik melawan Taliban.

Kendati demikian, Taliban telah bertekad akan menaklukan Panjshir dan bakal mengakhiri perang yang sudah terjadi selama dua decade tersebut. Namun, Panjshir tetap bertahan.

Diketahui, pasukan NRF terdiri dari para milisi anti Taliban dan mantan pasukan keamanan Afghanistan yang telah menimbun senjata dilembah, diwilayah 80 km utara Kabul dan dijaga oleh ngarai sempit. (and/ist)

Berita Lainnya
.

Serangan Udara Suriah Tewaskan 24 Orang
Turki Minta Ceko Ekstradisi Mantan Ketua PYD
Minyak Di laut Cina Selatan Bisa Picu Perselisihan
McCormack Terpilih Menjadi Wakil Perdana Menteri Australia
AS Kembali Dilanda Bencana Tornado Dan Banjir