Mikro

Potensi Koperasi dan UKM Bangkitkan Ekonomi Indonesia
Agus | Kamis,07 Okt 2021 - 15:18:28 WIB | dibaca: 44 pembaca

Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM Saefudin/foto Agus CityPost

Jakarta, CityPost - Koperasi dan UKM dimata seorang Saefudin adalah sebuah perspektif kejayaan dan kebangkitan ekonomi dalam memakmurkan kehidupan masyarakat Indonesia secara umum.

Sebagai Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM, Saefudin dikenal gemar berinovasi dan memunculkan gagasan yang inspiratif jika sudah berbicara tentang usaha kerakyatan.

Pejabat LPDB-KUMKM ini optimis Koperasi dan UKM Indonesia akan bangkit kendati saat ini belum sehebat koperasi-koperasi dinegara Barat seperti Eropa ataupun Amerika.

"Kelak unit usaha itu akan menjadi Badan Usaha Milik Rakyat dan akan membawa kemakmuran" ujar Saefudin.

Berbekal segudang pengalaman sebagai penyelenggara kebijakan negara, Saefudin memiliki impian besar dalam mendukung pengembangan koperasi khususnya yang bergerak disektor riil agar lebih adaptif, kolaboratif, sekaligus inovatif, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Pria kelahiran Banyumas ini mengatakan, untuk mewujudkan mimpi tersebut sebagai langkah awal Ia berencana akan mengumpulkan orang-orang hebat yakni para pemikir sekaligus pelaku koperasi yang ada diseluruh penjuru Nusantara yang Ia sebut sebagai "Local Hero".

"Saya yakin diberbagai penjuru negeri ini masih banyak orang-orang hebat yang mempunyai pemikiran idealis terhadap koperasi dan saya sudah bertemu beberapa orang diantaranya" ujarnya.

Saefudin mengatakan Lokal Hero merupakan perspektif yang tepat, pasalnya selain bertujuan menampung ide dan gagasan, juga diharapkan mampu berguna untuk menumbuhkembangkan pemikiran yang inspiratif terkait koperasi agar dapat diminati oleh semua kalangan. Khususnya kalangan milenial.

Sementara itu, dari pengalamannya mengunjungi koperasi diberbagai daerah di Indonesia, Salah satu yang menarik adalah koperasi sektor riil dibidang pertanian.

Saefudin mengatakan saat ini semua pihak harus berkomitmen dalam memperkuat sektor produksi pangan guna menjaga stabilitas pangan dalam negeri dan hal itu diakuinya sesuai dengan arahan menteri koperasi dan UKM.

"Indonesia memiliki potensi ekonomi di sektor pangan yang sangat besar  dan memiliki kualitas ekspor" ungkapnya.

Tetapi sebelum berpikir ekspor, ada baiknya kebutuhan dalam negeri harus terpenuhi labih dahulu, jelasnya kebih lanjut.

Oleh karena itu, menurut Saefudin para petani perlu disatukan dalam satu wadah untuk membenahi kelembagaan melalui usaha koperasi.

"Saya yakin dengan menjalankan koperasi dengan baik dan benar akan membawa kesejahteraan serta meningkatkan taraf hidup para petani," ungkapnya.

Disisi lain, lanjut saefudin,  koperasi harus bisa menjadi Off Taker dan otomatis akan membuat para pelaku koperasi dan UKM itu sendiri menjadi naik kelas. Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan pemikiran- pemikiran yang inovatif sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Harus diakui, kata Saefudin, salah satu kendala dalam mengembangkan koperasi adalah permasalahan modal. Mustahil satu koperasi dapat menjalankan bisnis tanpa modal, katanya.

"Untuk menjawab persoalan tersebut, LPDB-KUMKM memegang peranan yang sangat penting dari disisi pembiayaan yang siap memberikan memberikan solusi yang solutif bagi para pelaku koperasi," pungkas Saefudin. (Agus)

Berita Lainnya
.

Gempa Bumi Merusak 115 Bangunan Di Lebak
Gempa Juga Dirasakan hingga Bogor, Sejumlah Rumah Rusak Para
Sekap Mantan Pacar, Pemuda Akhirnya Dibui Petugas
Panik Karena Gempa, Pasien RSCM Dievakuasi keluar Gedung
Bupati Kebumen Ditetapkan Jadi Tersangka