Bali

Koppas Srinadi Bali Ungkap Alasan Bermitra Dengan LPDB
August Simamora | Kamis,24 Feb 2022 - 20:58:20 WIB | dibaca: 112 pembaca

Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo/foto Agus CityPost

Bali, CityPost – Ketua Koppas Srinadi, Ngakan Made Nata menyampaikan bahwa pihaknya selama ini telah menjadi mitra LPDB KUMKM dan sudah mendapatkan manfaat dari dana bergulir yang diaksesnya untuk mengembangkan bisnis dan melayani usaha anggotanya.

Disebutkan, Koppas Srinadi Klungkung Bali ini sudah berdiri sejak tahun 1985 dan memiliki anggota sebanyak 13 ribu orang dengan jumlah pegawai 200 orang. Bahkan hingga kini assetnya sudah mencapai Rp 248 miliar per tahun 2021 lalu.

Ngakan mengatakan Koppas Srinadi berdiri berdasarkan potensi perekonomian masyarakat yang luar biasa. Khususnya yang berada di Kawasan Pasar Galiran Kabupaten Klungkung. Wilayah ini merupakan pasar terbesar di Bali dengan jumlah ribuan pedagang.

“Koppas Srinadi bergabung dengan LPDB KUMKM bukan dari tahun ini, kami sudah jauh bermitra dengan LPDB KUMKM sejak tahun 2012 bersinergi,” jelas Ngakan.

Menurut Ngakan, sejauh ini instrument pembiayaan LPDB KUMKM dinilai cepat, mudah dan murah dari teman-teman Gerakan koperasi di Bali yang sudah lebih awal mendapatkan pinjaman dari LPDB.

“Dari sisi keringanan pasti ada di LPDB KUMKM, terutama dari sisi bunga yang sangat bisa bersaing dan ini yang membuat kami bermitra dengan LPDB KUMKM,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pemanfaatan dana bergulir, Ngakan mengatakan pihaknya menggunakan dana itu untuk kegiatan usaha di sektor riil. Mulai dari lini usaha swalayan bangunan maupun unit simpan pinjam kepada para anggotanya.

“Dengan dana LPDB KUMKM kami gunakan untuk pembiayaan anggota dalam mengembangkan usaha sektor riil, dengan hadirnya covid-19 ini juga membantu likuditas kami dalam melayani anggota, pinjaman kepada anggota jadi bisa kami tingkatkan,” tukasnya.

Ngakan berharap, hadirnya LPDB bisa membantu gerakan koperasi untuk tumbuh dan berkembang, pasalnya persoalan utama bisnis koperasi saat ini adalah akses permodalan setelah masalah sumber daya manusia.

Disebutkan, sejauh ini Koppas Srinadi telah mendapatkan dana bergulir dari LPDB sebanyak 3 kali pada tahun 2012 sebesar Rp. 5 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 4 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp. 3 miliar dengan status lancar.

Menanggapi pentingnya kehadiran LPDB dikalangan koperasi, Direktur Utama LPDB Supomo mengatakan pihaknya sampai saat ini terus meningkatkan penyaluran dana bergulir kepada koperasi-koperasi sector riil yang langsung bersentuhan dengan ekonomi masyarakat.

Pada tahun 2021, kata Supomo sejauh ini pihaknya sudah bermitra dengan 192 koperasi yang 25 persennya bergerak di sektor riil.

“Tahun 2020 sektor riil hanya 2 persen kita sudah 13,5 persen tapi untuk jumlah koperasi sektor riilnya sudah hamper 25 persen dari 192. Untuk itu, tahun 2022 ditargetkan oleh Pak Menteri untuk sektor riil harus mencapai 40 persen,” ungkap Supomo.

Supomo menegaskan bahwa peningkatan porsi pembiayaan koperasi sektor riil dilakukan karena sektor tersebut mampu menjadi akselerator perekonomian masyarakat mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata.

“Sekarang ini banyak sekali potensi ekonomi masyarakat dari sektor riil bakan banyak produk-produk yang dihasilkan mampu menembus pasar ekspor, dengan inilah kami diminta pemerintah untuk mendukung perekonomian melalui koperasi sektor riil,” ujar Supomo. (Agus/Retno)

Berita Lainnya
.

Warga Pandeglang Banten Dibekali Cara Kelola Desa Wisata
Perayaan Waisak Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur
Aura Kasih Gelar Upacara Adat 7 Bulanan Kehamilan
Muhammadiyah Minta Warganya Tak Turun Kejalan
Jokowi Mulai Merespon Rencana Aksi 22 Mei