City College

PMII Klaim Big Data Luhut Bisa Jadi Penyesatan Publik
Chandra | Sabtu,19 Mar 2022 - 23:39:12 WIB | dibaca: 92 pembaca

Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan saat tampil di Podcast Deddy Corbuzier/foto ist SSV Youtube Deddy Corbuzier

Jakarta, CityPost – Pernyataan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan terkait kepemilikan big data yang didalamnya terdapat pecakapan 110 juta orang yang mendukung penundaan pemilu 2024 kini memicu reaksi dari kalangan aktivis mahasiswa.

Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merespon pengakuan Luhut dengan menyatakan bahwa klaim big data miliknya tidak jelas dan pernyataannya merupakan bentuk penyesatan opini public.

“Jadi kita tentu makin bertanya-tanya, klaim Luhut itu datanya darimana? Jika tidak jelas, maka ini tentu penyesatan opini public,” tegas Direktur Lembaga Kepemiluan dan Demokrasi PB PMII Yayan Hidayat melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (17/3) lalu.

Yayan sendiri menyangsikan adanya big data itu dan menurutnya mustahil serta patut dipertanyakan secara akademis. Malahan, fakta yang dia temukan justru bertolak belakang dengan pernyataan Luhut dimana hasilnya sentiment negatif yang paling banyak.

“Sentimen negatif sebanyak 1.186 mentions atau 94,3 persen sementara hanya 72 mentions atau sekitar 5,7 persen yang bernada positif,” ujar Yayan mengutip temuan Drone Emprit.

Aktivis PMII menjelaskan, hasil analisis dalam waktu seminggu terkahir menghasilkan sentimen negatif terkait penundaan pemilu. Bahkan dalam satu hari ada 1.000 mention negatif.

“Artinya setiap percakapan yang menyoal penundaan pemilu berharap bahwa KPU tidak terpengaruh dengan isu penundaan pemilu dan tetap menjalankan tahapan yang sudah disepakati,” tukasnya.

Diketahui, usai isu penundaan pemilu diucatkan oleh Luhut, sejumlah Ketua Umum Parpol pendukung pemerintah juga ikut menyuarakan wacara tersebut seperti Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Chand)

Berita Lainnya
.

PPP Prediksi Hanya Satu Partai Oposisi Yang Bergabung
Jadi Oposisi, Gerindra Harap Perolehan Suara 2024 Naik
Ketua DPR Akan Bahas Posisi Taufik Kurniawan
Baiq Nuril Bersyukur Amnesti Dari Presiden Diterima
Ketua DPR Janji Tuntaskan Pembahasan Amnesti Baiq Nuril