City College

UGM Kembangkan Teknologi Big Data Mitigasi Covid Dan Bencana
Ridwan | Senin,21 Mar 2022 - 00:29:52 WIB | dibaca: 114 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube Sainz Channel

CityPost – Wabah virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan, China dan kini sudah ditetapkan sebagai Pandemi oleh World Health Organization (WHO) tengah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia dan khususnya Indonesia.

Virus yang diberinama Covid19 ini muncul dengan membawa dampak yang signifikan bagi kehancuran aktivitas kehidupan manusia, ekonomi dan interaksi sosio komunal publik. Beragam cara dilakukan untuk mencegah penularan dan kematian. Mulai dari Protokol Kesehatan, Pembatasan Aktivitas Sosial hingga pemberian vaksin.

Fenomena ini lantas ditangkap dan direspon cepat oleh berbagai pihak termasuk dari kalangan civitas akademi. Salah satunya Universitas Gadjah Mada yang pada Rabu (16/3) lalu mempublikasikan informasi bahwa salah satu dosen mereka berhasil melakukan pengembangan teknologi big data dan cloud untuk memitigasi Covid19 serta kebencanaan.

Melansir informasi laman resmi UGM, disebutkan bahwa Dosen dan Peneliti Departemen Ilmu Komputer Elektronik dari FMIPA UGM, Dr Mardhani Riasetiawan telah mengembangkan teknologi mitigasi tersebut.

Menurut Mardhani, analisis big data dari teknologi yang dikembangkannya berhasil memprediksi dan memonitoring gelombang pertambahan kasus yang dipicu dari mobilitas penduduk. Dia menekannya, hasil penelitiannya bisa digunakan diwilayah padat penduduk yang kerap menglami lonjakan kasus.

“Mitigasi penyebaran COVID19 di Indonesia telah dijalankan selama pandemi berlangsung dengan mengumpulkan data-data pertambahan kasus harian yang melibatkan lebih dari 200 orang relawan data diseluruh Indonesia. Para relawan mengumpulkan data secara harian dari fasilitas Kesehatan, lokasi pemakaman dan sumber data dari internet secara harian,” jelas Mardhani pada Selasa (15/3) lalu.

Mardhani menjelaskan bahwa pengembangan analisis big data untuk mitigasi Covid19 sudah dimulai sejak 13 Maret 2021 dimana saat itu belum ada peta dan pola penyebaran Covid19. Namun ia Bersama timnya telah memulai analisis menggunakan big data melalui Respon Covid19 Indonesia (covid19.gamabox.id).

Selain Covid19, Mardhani mengatakan, teknologi ini juga bisa digunakan untuk penyedia informasi terkini dan peringatan dini bencana tanah longsor. Konvergensi ini dikembangkan melalui G-Connect (GamaBox Connect) sejak tahun 2016 hingga 2021.

Dijelaskan, G Connet mengembangkan tools yang mampu mendeteksi pergerakan tanah longsor, kondisi lingkungan dengan menggunakan sensor. Data akan terkumpul secara realtime dan dikirimkan melalui jaringan internet kualitas rendah ke server Big Data di UGM secara berkala dan terjadwal.

“Peralatan tersebut dapat bekerja secara mandiri karena didukung oleh solar power dan kemudahan mobilisasi peralatan menyesuaikan perkembangan retakan longsor. G Connect saat ini telah tersebar di 37 titik dijalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri,” pungkasnya. (Ridwan/ist IKA UGM)

Berita Lainnya
.

Festival Lembah Ijen, Ajang Promosi Kebudayaan Banyuwangi
Telaga Biru Siap Jadi Objek Wisata Unggulan Jabar
Gerakan Mahasiswa Turun Kejalan Mulai Meluas
Mahasiswa Bandung Suarakan Aksi Demokrasi Yang Sekarat
Aksi Di Wamena Rusuh, Kantor PLN Dibakar Massa