Politik

Jokowi Larang Ekspor Migor, Ini Reaksi Nusron Wahid
Chandra | Sabtu,23 Apr 2022 - 01:43:55 WIB | dibaca: 62 pembaca

Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid/foto ist SSV Youtube DPR RI

Jakarta, CityPost – Polemik langka dan mahalnya minyak goreng dipasar domestik saat ini telah membuat resah masyarakat. Untuk menyikapi permasalahan tersebut pemerintah langsung ambil sikap tegas dengan menerbitkan kebijakan larangan ekspor minyak goreng (Migor).

Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang ditayangkan melalui laman resmi platform Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat (22/4) lalu.

Keputusan Presiden melarang ekspor minyak goreng dan minyak sawit mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid.

Menurut Nusron, keputusan Jokowi itu berpihak kepada rakyat yang selama enam bulan terakhir dibuat resah oleh kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng. Bahkan kebijakannya dianggap sebagai pernyataan perang Jokowi kepada pengusaha besar agar tidak lagi melakukan ekspor minyak goreng disaat stok didalam negeri belum tercukupi.

“Ini bukti Presiden menyatakan perang dengan pengusaha dan memilih berpihak dengan rakyat,” tegas Nusron pada Sabtu (23/4) hari ini.

Nusron menyampaikan selama ini Jokowi masih bersabar memberi kesempatan kepada industri minyak goreng untuk menurunkan harga tetapi sangat disayangkan para pelaku usaha industri migor justru terkesan menolak mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000,- perliternya.

Diketahui, usai HET ditetapkan, stok minyak goreng menjadi langka dipasaran domestik, sementara ketika HET dicabut, minyak goreng Kembali berlimpah dengan harga yang melambung tinggi.

Terkait permasalahan minyak goreng, pihak Kejaksaan Agung berhasil menguak temuan adanya penyelewengan ekspor bahan baku minyak goreng atau Crude Palm Oil (CPO) yang memicu kelangkaan. Alhasil, aparat akhirnya menetapkan Dirjen Luar Negeri Kementerian Perdagangan, PT Wilmar Nabati Indonesia, permara Hijau Gorup dan PT Musim Mas sebagai tersangka atas perkara tersebut. (Chand)

Berita Lainnya
.

Pembangkit Listrik Sistem Hybird Cocok Untuk Indonesia Timur
Atlet Tetap Bersemangat Meski Belum Terima Uang Saku
Fahira Idris Siap Bela Mahasiswi Bercadar Jika Dikeluarkan
Presiden Masih Butuh Masukan Untuk Tandatangani UU MD3
Jokowi Minta Persiapan Venue Asian Games 2018 Terinci