Hukum

Kejagung Kembangkan Skandal CPO, 650 Dokumen Berhasil Disita
Chandra | Senin,25 Apr 2022 - 02:15:56 WIB | dibaca: 81 pembaca

Kejaksaan Agung menggeledah kantor kementerian perdagangan/foto ist SSV Youtube Official iNews

Jakarta, CityPost – Kejaksaan Agung hingga kini masih terus mendalami dan memperluas penyelidikan kasus ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dengan menggeledah 10 tempat yang diduga terkait dalam dugaan korupsi Persetujuan Ekspor (PE).

Hal itu disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah di Jakarta pada Minggu (24/4) lalu.

Febrie mengatakan pihaknya usai melakukan penggeledahan menyita 650 dokumen terkait kasus Persetujuan Ekspor(PE) minyak sawit mentah dan minyak goreng. Dia menegaskan bahwa dokumen yang disitanya akan dijadikan sebagai alat bukti sebagai penyebab kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di masyarakat.

“Alat-alat bukti yang disita itu, nantinya untuk bahan pembuktian dalam perkara tersebut,” ujar Febrie.

Febrie menjelaskan salah satu tempat yang digeledah adalah di Kementerian Perdagangan Jakarta yang dilakukan sebanyak dua kali sejak April 2022 lalu. Salah satunya di ruang kantor Indrasari Wisnu Wardhana yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penggeledahan di Kemendag itu dilakukan dua kali,” tukasnya.

Selain di Kementerian Perdagangan, kata Febri pihak Kejaksaan juga melakukan penggeledahan di delapan kantor perusahaan produsen minyak goreng seperti, PT Mikie Oleo Nabati Industri yang merupakan anak perusahaan Group Musim Mas di Medan, Sumatera Utara. Sementara itu, perusahaan lain yang ikut digeledah adalah Sunco, M&M, Volla, Amago, Surya, dan Tani.

Febri mengatakan tim yang melakukan penggeledahan adalam penyidik Jampidsus, mereka juga menggeledah Permata Hijau Group pemilik brand minyak goreng Parveen, Palmata, Permata dan Panina. Di Medan, penyidik menggeledah PT Wilmar Nabati Indonesia dengan merk minyak goreng Fortune, Sania, Sovia dan Siip.

Selanjutnya kata Febrie, diwilayah Padang, Sumatera Barat perusahaan yang digeledah adalah PT Incasi, di Batam PT Synerg Oil Nusantara dan di Surabaya, Jawa Timur anak perusahaan PT Wings Food Group pemilik merk Sabrina, Sedap dan Neo.

Diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan IWW sebagai tersangka bersama tiga pengusaha swasta antara lain Stanley MA selaku Senior Manager Corporates Affair Permata Hijau Group, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor dan General Manager bagian General Affair PT Musim Mas Pierre Togar. (Chand)

Berita Lainnya
.

Wasekjen Golkar Jadi Saksi Peringan Novanto
Helmy Yahya Terpilih Jadi Dirut TVRI
Potensi Letusan Gunung Agung Bisa Dahsyat
Indonesia-China Targetkan Kemunculan Satu Industri Probiotik
Warga Sipil Suriah Jadi Korban Serangan Udara Rusia