Peristiwa

Ironisasi AS Usai Warganya Shireen Terbunuh di Israel
Andre Heru | Kamis,12 Mei 2022 - 21:34:14 WIB | dibaca: 26 pembaca

Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh ditembak saat meliput serangan tentara Israel di Jenin/foto ist SSV Youtube Associated Press

CityPost – Amerika Serikat selama ini dikenal sangat mengagungkan keamanan dan keselamatan setiap warganya yang berada diluar negeri. Bahkan menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, kebijakan keselamatan warganya itu menjadi prioritas mereka.

Sayangnya, kebijakan tersebut tidak serta merta membuat negeri Paman Sam ini murka ketika ada warganya yang tewas dan dibunuh dinegara lain. Seperti yang terjadi dengan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang merupakan warga negara Amerika Serikat dan tewas dibunuh pada Rabu (11/5) kemarin saat meliput aksi penyerangan tantara Israel diwilayah Jenin.

Abu Akleh tewas diwilayah atau dinegara yang merupakan sekutu terdekat Amerika Serikat dan kerap menerima bantuan militer.

Menanggapi pembunuhan Abu Akleh, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dengan cepat mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan. Tetapi sayangnya, hal itu tidak dilakukan sendiri melainkan mereka mempercayai penyelidikan itu dilakukan oleh pihak Israel. AS juga tidak menyerukan penyelidikan independent atas kematian Abu Akleh.

Analis yang merupakan Direktur Eksekutif Kampanye AS untuk Hak Palestina, Ahmad Abuznaid menilai seruan yang dilakukan AS terkait penyelidikan hanyalah isyarat kosong jika penyelidikan itu diserahkan kepada pihak Israel.

“Anda tidak dapat meminta Israel untuk menyelidiki diri mereka sendiri ketika mereka telah melanggar hak asasi manusia selama lebih dari 70 tahun dan mengharapkan mereka untuk sampai pada hasil yang berbeda yang telah mereka capai setelah beberapa decade ini. Ini adalah kekejaman yang telah disaksikan masyarakat internasional berkali-kali, baik direkam dalam rekaman langsung atau tidak dan kami belum pernah melihat pertanggungjawaban,” ujar Abuznaid.

Melanisr laporan Al Jazeera disebutkan pada Rabu (11/5) kemarin, Price dihadapan wartawan terus menekankan berulang kali bahwa Israel memiliki kemampuan dan kemampuan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif atas pembunuhan Abu Akleh.

“mereka yang bertanggungjawab atas pembunuhan Shireen harus diadili sesuai hukum yang berlaku,” tegas Price.

Pernyataan Price  berbeda dengan pendapat dari kalangan pembela hak asasi manusia Palestina yang menilai bahwa ketika Israel melakukan penyelidikan atas kesalahan pasukannya sendiri, akuntabilitas yang berarti jarang terjadi.

Disampaikan saat ini, beberapa saksi mata mengatakan Abu Akleh ditembak oleh pasukan Israel namun reaksi awal pihak Israel malah menyalahkan warga Palestina bersenjata yang menembak Abu Akleh.

Sementara itu, Direktur Hukum Komite Anti Diskriminasi Amerika-Arab (ADC) Abed Ayoub mengatakan bahwa sejarah menunjukkan Israel tidak bisa dipercaya untuk melakukan penyelidikan kejahatan perangnya sendiri.

“Sejarah dan tindakan telah menunjukkan bahwa Israel tidak dapat dipercaya untuk menyelidiki kejahatan perangnya sendiri dan pelanggaran hak asasi manusia. Kami menuntut penyelidikan independent, bebas dari tekanan politik dan pengaruh dari kepentingan Amerika dan Israel,” tegas Ayoub.

Diketahui Israel pernah mengebom Gedung Associated Press dan Al Jazeera di Gaza selama konflik. Israel mengklaim gedung itu digunakan untuk operasi Hamas. Sementara sampai saat ini pemerintah AS belum mengutuk aksi pemboman yang dilakukan Israel terhadap kantor media tersebut.

Dari sisi yang berbeda, disebutkan sejauh ini para Pejabat Amerika Serikat terus memuji Israel, bahkan tahun ini Washington meningkatkan bantuan militer tahunanya sebesar $3,8 miliar ke Israel dengan tambahan $ 1 miliar untuk mengisi ulang sistem pertahanan rudal Iron Dome usai konflik Meri 2021 lalu dengan Gaza. (And)

Berita Lainnya
.

Penyaluran BPNT Tanjung Priok Di Pantau Wawali Kota
Ramaikan Flona 2017, Pemkot Maksimalkan Lahan Sempit
Pemkot Jakpus Pasang Pembatas Motor DI Trotoar Kebon Sirih
Majukan Jakarta Utara, Junaedi Pinta Dukungan Warga
Warga Kampung Walang Bakal Di Relokasi Ke Rusunawa Marunda