Politik

Usai Menuai Pro Kontra, Tender Gorden DPR Minta Dibatalkan
Chandra | Jumat,13 Mei 2022 - 23:48:28 WIB | dibaca: 29 pembaca

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah/foto ist SSV Youtube DPR RI

Jakarta, CityPost – Proses pengadaan Gorden bagi rumah dinas anggota DPR RI yang nilainya mencapai Rp 43,5 miliar kini memicu polemik pro dan kontra ditengah masyarakat. Alhasil, Ketua Badan Anggaran Said Abdullah menyerukan agar tender tersebut dibatalkan.

Disebutkan, untuk tender pengadaan gorden itu sendiri sebelumnya telah dimenangkan oleh PT Bertiga Mitra Solusi dengan nilai sebesar Rp 43,5 miliar. Kendati sudah memenuhi unsur transparansi, Said menilai tender itu melukai hati rakyat.

“Karena sekarang sudah menjadi pro dan kontra, bukan persoalan transparansi, bukan persoalan proses yang terjadi dalam pelelangan. Namun, seakan-akan dengan tanda kutip ini melukai hari masyarakat kita ditengah pandemic,” ungkap Said di Jakarta pada Kamis (12/5) lalu.

Menyikapi masalah tersebut, Said mengatakan sebagai Ketua Banggar meminta agar tender pengadaan gorden sebesar Rp 43,5 miliar itu dibatalkan.

“Hemat saya selaku Ketua Banggar DPR, alangkah baiknya jika kemudian dengan tegas dinyatakan kepublik bahwa Rp 43,5 miliar itu untuk gorden rumah jabatan anggota DPR dibatalkan saja,” tegas Said.

Menurut Said, pada akhirnya tender itu tidak menuai manfaat bahkan banyak anggota yang tidak mengetahui perihal tender tersebut. Kendati demikian, Said mengaku ikut bertanggungjawab atas penganggaran tender tersebut.

“Bagaimana proses yang terjadi di penganggaran barangkali saya sebagai Ketua Banggar dan saya ikut bertanggungjawab kemudian proses satuan tiganya di Kesetjenan (DPR) dengan BURT. Batalkan, batalkan dan batalkan proyek gorden Rp 43,5 miliar,” pungkasnya. (Chand)

Berita Lainnya
.

ED Sheeran Pastikan Konser di Indonesia Mei 2019
Persiteruan Rusia Dan Ukraina Memanas
Militan Somalia Serang Komplek Ulama, 22 Orang Tewas
Antisipasi Migran, AS Dan Meksiko Bakal Ambil Sikap Tegas
Kecelakaan Helikopter, 4 Orang Tentara Turki Tewas