Umum

Yellow Notice Dan Penyelam Diterjunkan Mencari Emmeril
Chandra | Sabtu,28 Mei 2022 - 20:33:36 WIB | dibaca: 67 pembaca

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) dan Putranya Emmeril Khan Mumtadz/foto ist SSV Youtube Kompas TV

Jakarta, CityPost – Kabar hilangnya putra Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat ini menjadi perhatian serius dari publik dan pemerintah Indonesia. Bahkan pihak Kepolisian ikut turun tangan dengan menerbitkan Yellow Notice dalam upaya pencarian korban.

Polri menyatakan telah berkordinasi dengan interpol agar bisa membantu pencarian Emmeril Khan Mumtadz yang hilang usai terbawa arus sungai di Swiss pada Rabu (25/6) lalu.

Diketahui, Yellow Notice adalah sarana yang biasanya digunakan kepolisian untuk membantu menemukan anak dibawah umur atau membantu menemukan orang yang hilang dan membantu mengidentifikasi orang yang tidak dapat mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan saat ini pihaknya sedang meminta identitas korban dari Polda Jawa Barat.

“Identitas korban sedang kami mintakan via Polda Jabat, untuk kami mintakan Yellow Notice (pencarian orang) ke interpol Swiss dan seluruh anggota interpol lainnya,” ujar Dedi dikantornya pada Jumat (27/5) lalu.

Dedi menjelaskan, sejauh ini pihak kepolisian masih terus ikut memantau perkembangan pencarian Emmeril melalui Hubinter Set NCB dan mekanisme police to police.

Diketahui Emmeril hilang saat sedang berenang di Sungai Aare, Swiss. Saat hendak naik kepermukaan, Eril terseret arus sungai yang deras pada Rabu (26/5) yang waktu itu kondisi cuaca sedang cerah.

Pasca peristiwa itu, hingga Sabtu (28/5) hari ini, Emmeril belum ditemukan. Bahkan Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad menjelaskan pihak berwenang juga menurunkan tim penyelam untuk mencari Emmeril. (Chand)

Berita Lainnya
.

Bella Hadid Cerita Pengalaman Berdarah Saat Peragaan Busana
Siap Digelar, Citra Pariwara 2018 Hadirkan 14 Karya Terbaik
Pendiri Traveloka Mengundurkan Diri Mulai 30 November 2018
UGM Atur Strategi Hadapi Industri 4.0
WhatsApp kembali Ditinggalkan Oleh Petingginya