Tokoh

Marak Penembakan Massal Biden Soroti Pengendalian Senjata
Andre Heru | Senin,06 Jun 2022 - 22:25:31 WIB | dibaca: 45 pembaca

Presiden AS Joe Biden/foto ist SSV Youtube FOX 10 Phoenix

CityPost – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mulai menyoroti penggunaan senjata serbu atau semi otomotatis oleh warga seiring banyaknya kasus penembakan massal yang terjadi dinegaranya hingga menewaskan puluhan orang dan memicu keresahan public.

Sejauh ini, Arsip Kekerasan Sejata mencatat ada sebanyak 240 kasus penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.

Biden mengaku telah meminta kepada Kongres untuk melarang penggunaan senjata serbu, melakukan perluasan pemeriksaan latar belakang dan menerapkan langkah-langkah pengendalian senjata lainnya untuk mengatasi serangkaian peristiwa penembakan massal.

“Jika kita tidak bisa melarang senjata serbu sebagaimana mestinya, kita setidaknya harus menaikkan usia untuk membeli senjata serbu menjadi 21 tahun,” ujar Biden pada Minggu (5/6) lalu saat menyerukan pembatasan senjata semi otomatis.

Melansir laporan Al Jazeera disebutkan, dalam jajak pendapat yang digelar oleh media CBS News/YouGov pada Minggu lalu, ditunjukkan ada 62 persen warga Amerika Serikat yang mendukung larangan nasional penggunaan senjata semi otomatis.

Sementara, pemeriksaan latar belakang pada semua pembeli senjata juga mendapat dukungan yang cukup besar melebihi larangan penggunaan senjata. Ada sebanyak 81 persen yang mendukung pemeriksaan latar belakang dan undang-undang bendera merah sebanyak 72 persen.

Kasus penggunaan senjata semi otomatis juga sudah mendapat perhatian dari Senator AS dari Partai Demokrat Chris Murphy. Dia tengah membahas masalah keamanan senjata dan berfikir sebuah paket termasuk investasi dalam Kesehatan mental dan keselamatan sekolah.

Murphy selaku senator Amerika Serikat mengatakan bahwa beberapa perubahan pada undang-undang senjata dapat disetujui Kongres.(And)

Berita Lainnya
.

Seorang Remaja Autis Bobol Akun Pejabat Intelejen AS
Iran Enggan Negosiasi Dengan Eropa Terkait Rudal Miliknya
Abbas Minta Uni Eropa Secara Resmi Akui Keberadaan Palestina
Gadis Remaja Tewas Ditembak Teman Sekelasnya Di Texas
Uni Eropa Terapkan Sanksi Bagi Warga Korea Utara