Tokoh

Putin Bakal Sasar Target Baru Jika Ukraina Dipasok Senjata
Andre Heru | Senin,06 Jun 2022 - 22:30:10 WIB | dibaca: 36 pembaca

Presiden Rusia Vladimir Putin/foto ist SSV Youtube Guardian News

CityPost – Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan negara Barat untuk tidak mengirimkan sistem persenjataan dan rudal jarak jauh bagi Ukraina jika tidak ingin Moskow mensasar target baru setelah berhasil menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja pasokan Barat di Kyiv.

Menurut Putin, upaya pengiriman senjata baru ke Kyiv ditujukan untuk memperpanjang konflik. Dia kemudian menarik kesimpulan akan melakukan serangan ketarget yang belum dicapainya.

“Moskow akan menarik kesimpulan yang tepat dan menggunakan senjata kami, untuk menyerang target yang belum kami pukul,” tegas Putin.

Seperti yang dilansir melalui laporan AL Jazeera, pernyataan Putin itu keluar setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bakal mengirim sistem roket yang bisa menyerang Rusia.

“Kami memahami bahwa pasokan dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain dimaksudkan untuk menebus hilangnya peralatan militer ini. Ini bukan hal baru. Itu tidak mengubah apapun pada dasarnya,” tegas Putin saat diwawancara oleh televisi pemerintah Rossiya-1.

Disebutkan, Ukraina tengah mencari Multiple Rocket Launch Systems (MLRS) seperti M270 dan M142 HIMARS yang ditujukan untuk menyerang pasukan dan persediaan senjata milik Rusia.

Sementara itu, Kyiv menekankan mereka tidak akan mencapai target didalam Rusia usai khawatir bahwa menyediakan senjata semacam itu akan beresiko menarik AS dan sekutu NATO kedalam konflik langsung dengan Rusia.

Pada kesempatan berbeda, dilaporkan bahwa pejabat Rusia telah berulang kali memberikan peringatan kepada AS bahwa memasok senjata ke Ukraina dengan sistem roket akan memperburuk konflik.

Rusia pada Minggu (5/6) mengumumkan telah menghancurkan tank yang disumbangkan untuk Ukraina di Kyiv dengan menggunakan rudal jarak jauh selama serangan berlangsung di Kyiv. (And)

Berita Lainnya
.

Semarakkan Asian Games, Ancol Gelar 4 Festival Spesial
Belarusia Perpanjang Visa Untuk Turis Indonesia
Filipina Sahkan UU Otonom Lokal
AS Diminta Segera Pertemukan Anak Dengan Orangtua Imigran
Lebanon Berencana Melegalisasi Ganja