Peristiwa

China Dan Rusia Dukung Pencabutan Saksi Bagi Korut
Andre Heru | Kamis,09 Jun 2022 - 20:59:58 WIB | dibaca: 34 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube United Nations

CityPost – Pemerintah China dan Rusia saat ini tengah memberikan dukungan pada pencabutan sanksi Amerika Serikat bagi Korea Utara yang dinilai telah memicu ketegangan diwilayah Semenanjung Korea dan tidak membuat Pyongyang menghentikan aksi pengujian rudal balistik miliknya.

Dukungan itu disampaikan Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun dalam pertemuan penting disidang Majelis Umum PBB pada Rabu (8/6) lalu.

Zhang mengatakan ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea telah berkembang karena kegagalan kebijakan pihak Amerika serikat. Untuk itu, dia mendorong Washington agar mengambil Tindakan dan mengajukan permohonan pencabutan sanksi.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan AS, seperti melonggarkan sanksi terhadap (Korea Utara) diarea tertentu dan mengakhiri Latihan militer bersama (dengan Korea Selatan). Kuncinya adalah mengambil tindakan, bukan hanya berbicara tentang kesiapannya untuk berdialog tanpa prasyarat,” tegas Zhang.

Senada dengan Zhang, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva juga menyarankan pencabutan sanksi bagi Korea Utara. Menurutnya, Pyongyang saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan dan Barat harus berhenti menyalahkan Korea Utara akan ketegangan tersebut.

Melansir laporan AL Jazeera disebutkan. Pertemuan sidang Majelis Umum PBB pada Rabu (8/6) lalu dihadiri oleh 193 negara anggota. Sementara, penjelasan penggunaan hak veto China dan Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan merupakan hal yang pertama, sebuah langkah yang diperlukan atas dasar resolusi yang diadopsi oleh Badan Global pada 26 April.

Diketahui, hak veto China dan Rusia di Korea Utara pada bulan lalu secara terbuka telah memecah Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya sejak Pyongyang diberikan sanksi pada 2006.

Menanggapi apa yang disampaikan China dan Rusia, Wakil Duta Besar AS Jeffrey DeLaurentis menolak tuduhan kedua negara itu dan mempertanyakan Beijing dan Moskow telah meningkatkan kemitraan strategis tanpa batas mereka diatas keamanan global dengan memveto sanksi Korea Utara.

“Kami berharap veto ini bukan cerminan dari kemitraan itu. Penjelasan mereka untuk menggunakan hak veto tidak cukup, tidak kredibel dan tidak meyakinkan. Hal veto tidak dikerahkan untuk melayani keselamatan dan keamanan kolektif kita,” tegas DeLaurentis dihadapan sidang Majelis.

Sementara itu terkait Sanksi. DeLaurentis menegaskan bahwa semua itu merupakan tanggapan langsung atas tindakan Korea Utara ditengah upaya Amerika Serikat yang mencoba untuk Kembali membuka pembicaraan namun belim ditanggapi. (And)

Berita Lainnya
.

Marak Penyelundupan Narkoba di Lapas Kakanwil Angkat Bicara
China Kembali Gelar Latihan Militer Di LCS
AS Akhirnya Kembali Masuk Perjanjian Iklim Paris
Ilmuwan Siberia Berhasil Potret Virus Corona Baru Inggris
Corona Tembus 1 Juta, Ketua DPD Minta Pemda Terapkan Sanksi