Peristiwa

Thailand Legalisasi Ganja Untuk Geliatkan Sektor Pertanian
Andre Heru | Kamis,09 Jun 2022 - 21:04:37 WIB | dibaca: 66 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube WION

CityPost – Thailand saat ini merupakan negara Asia pertama yang melegalkan penggunaan ganja untuk dikonsumsi dalam makanan dan minuman dengan tujuan meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata. Selain itu juga dipergunakan untuk Kesehatan dan rekreasi yang dibatasi kadar kekuatannya.

Kebijakan pemerintah Thailand melegalisasi ganja disambut baik oleh pabrikan dan masyarakat para penikmatnya. Para pelaku bisnis itu meramu ganja menjadi permen dan barang lainnya yang bisa dikonsumsi secara legal.

Melansir laporan Reuters disebutkan, usai pemerintah melegalkan ganja, para pembeli langsung mengatre digerai-gerai penjual minuman, makanan dan barang lain yang mengadung ganja. Bahkan salah seorang pembeli yang bernama Rittipong mengaku tidak khawatir dengan sumber penyedia ganja dan kini mudah ditemukan.

“Saya naik bus kesini setelah saya pulang kerja. Kita sekarang sudah bisa menemukannya dengan mudah, kita tidak perlu khawatir dengan sumbernya tetapi saya tidak tahu tentang kualitasnya,” ujar Rittipong.

Diketahui selama ini Thailand memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan. Pemerintah kemudian melegalkan penggunaan ganja untuk medis pada tahun 2018. Saat ini, mereka kembali melegalkan untuk dikonsumi dalam bentuk makanan, minuman dan jenis lainnya.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah Thailand mengandalkan tanaman komersial itu dan berencana untuk memberikan satu juta tanaman agar bisa mendorong para petani untuk menanamnya.

Kendati sudah dilegalkan, pihak berwenang Thailand tetap memberlakukan pembatasan penggunaannya. Khususnya pengguna rekreasi dari kekuatan pengaruh ganja yang diproduksi dan ditawarkan bagi konsumen agar tidak terjadi ledakan penggunaannya.

Pemerintah melarang penggunaan ganja yang mengadung lebih dari 0,2 % bahan psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC). Artinya bagi ganja yang dikemas dalam bentuk rokok dan dihisap atau pot gulma diatas kadar yang ditentukan tidak diperbolehkan. (And)

Berita Lainnya
.

Cegah Politik Uang Merajalela di Munaslub Golkar, Komite Etik Diminta Bekerja Maksimal
Singapura klarifikasi soal perjanjian ekstradisi dengan RI
Mau Menumpang Mobil Otonom Google?
Tandatangani Kontrak 2 Tahun, Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha
Gadis 16 Tahun Diperkosa 113 Pria, Termasuk Polisi, Selama 2 Tahun