Peristiwa

Digitalisasi Tanaman Ganja, Thailand Gunakan Aplikasi Plook
Andre Heru | Kamis,09 Jun 2022 - 21:09:35 WIB | dibaca: 65 pembaca

Apalikasi PlookGanja Thailand untuk Petani Penanam Ganja/foto ist SSV Youtube CN News dan Gunnimit

CityPost – Pemerintah Thailand tengah melegalkan penggunaan ganja untuk konsumsi dan rekreasi setelah sebelumnya mereka melegalkan untuk penggunaan medis. Negara yang mengandalkan tanaman komersial ini mengaku akan menggeliatkan sector pertanian dan pariwisata dengan kebijakan legalisasi itu.

Bahkan, pihak berwenang tengah menyiapkan satu juta tanaman ganja agar bisa mendorong para petani untuk menanamnya.

Diketahui selama ini Thailand memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan. Pemerintah kemudian melegalkan penggunaan ganja untuk medis pada tahun 2018. Saat ini, mereka kembali melegalkan untuk dikonsumi dalam bentuk makanan, minuman dan jenis lainnya.

Kendati sudah dilegalkan, pihak berwenang Thailand tetap memberlakukan pembatasan penggunaannya. Khususnya pengguna rekreasi dari kekuatan pengaruh ganja yang diproduksi dan ditawarkan bagi konsumen agar tidak terjadi ledakan penggunaannya.

Melansir laporan Reuters, untuk program penanaman ganja di Thailand pemerintah menerapkan sistem digitalisasi berbasis aplikasi. Mereka yang ingin menanam dan menjadi petani ganja diwajibkan mendaftarkan diri melalui aplikasi besutan pemerintah yang diberinama PlookGanja.

Diketahui sejauh ini menurut pajabat Kementerian Kesehatan Thailand Paisan Dankhum sudah ada 100.000 orang yang telah mendaftarkan diri menjadi petani ganja melalui aplikasi PlookGanja.

Kemenkes mengatakan pihaknya juga sudah menyetujui 1.181 produk termasuk kosmetik dan makanan yang mengandung ekstrak ganja dan mengharapkan industry tersebut akan menghasilkan sebanyak 15 miliar Bath atau setara dengan $435,16 juta pada tahun 2026 mendatang.

Berbagai peluang bisnis dan penawaran mulai berdatangan pasca negeri Gajah Putih itu melegalisasi ganja. Kolongmerat Agroindustri Charoen Pokphand Food Pcl (CPF.BK) dan perusahaan energi Gunkul Engineering (GUNKUL.BK) dilaporkan juga telah bekerjasama untuk memproduksi makanan dan minuman yang mengadung ekstrak ganja tersebut. (And)

Berita Lainnya
.

Cegah Politik Uang Merajalela di Munaslub Golkar, Komite Etik Diminta Bekerja Maksimal
Singapura klarifikasi soal perjanjian ekstradisi dengan RI
Mau Menumpang Mobil Otonom Google?
Tandatangani Kontrak 2 Tahun, Vinales Resmi Bergabung dengan Yamaha
Gadis 16 Tahun Diperkosa 113 Pria, Termasuk Polisi, Selama 2 Tahun