Lingkungan

Walhi Tolak Pembangunan Terminal LNG Dihutan Mangrove
Chandra | Senin,20 Jun 2022 - 17:35:51 WIB | dibaca: 31 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist WALHI Nasional

Jakarta, CityPost – Direktur Walhi Bali Made Krisna Dinata dan Komite Kerja Advokasi Lingkungan (Kekal) Bali menyampaikan dengan tegas mereka menolak adanya pembangunan terminal LNG dikawasan Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

Krisna menegaskan penolakan dilakukan oleh pihanya bersama aktivis lingkungan hidup lain dikarenakan pembangunan itu akan merusak lingkungan mangrove.

“Boleh anda membangun terminal LNG, tidak apa-apa. Kami tidak mempermasalahkan itu. Tapi, jadi masalah ketika proyek ini harus mengorbankan lebih kurang 14,5 hektar Kawasan hutan mangrove. Jangan dikawasan mangrove, itu saja,” tegas Krisna.

Selain merusak lingkungan, Krisna mengatakan pembangunan terminal LNG dikawasan mangrove juga akan memicu peningkatan potensi bencana di Bali.

“Jika dihitung dari 14,5 hektar wilayah mangrove dapat menyerap 576,375 ton karbon per tahun. Selain itu, mangrove juga berguna untuk mempertahankan stabilitas bentang alam. Salah satunya sebagai pengendalian abrasi dan mereduksi dampak bencana tsunami,” ujarnya.

Krisna menjelaskan bahwa pengerukan proyek terminal LNG akan berdampak pada terumbu karang, perubahan arus gelombang dan menyebabkan abrasi. Selain itu, kerusakan ekosistem biota laut akibat kerusakan hutan mangrove akan berdampat pada hajat hidup orang banyak. Khususnya masyarakat Sanur yang hidup dikawasan pesisir.

Diketahui sebelumnya. PT PLN Gas & Geothermal (PLNGG) dan PT Dewata Energy Bersih (Deb) akan membangun proyek terminal LNG dikawasan pesisir Desa Sidakarya Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. (Chand)

Berita Lainnya
.

Subsidi Beras Disalahgunakan, Negara Merugi Triliunan Rupiah
Ledakan Kebumen Di Tangani Tim Inafis Polda Jateng
Setnov Bisa Lengser Via Munaslub
Solidaritas Palestina, Pemuda Muhammadiyah Bakal Surati PBB
Kasus Kolera Merebak di Yaman